Connect with us

KELUARGA

Tanpa sedar, kita banyak berhutang dengan isteri dan anak kita

Published

on

HUTANG KEPADA ISTERI

Benda paling suami terlepas pandang.. HUTANG NAFKAH.. Sebab apa rezeki selalu tak cukup? Sebab apa dapat banyak pon tak cukup? Duit habis tapi tak nampak spend untuk apa?

Hati kusut.. Tanya isteri anda,tanya dari hati ke hati.. Adakah dia redha untuk segala nafkah suami terhadap isteri.. Tanya isteri,adakah dia betul2 halalkan segala hutang nafkah yang suami berhutang tu?

Percayalah,isteri ni sebenarnya banyak benda dia pendam tapi dia takkan luahkan sebab menjaga hati.. kedua sebab nak elakkan pergaduhan.. JANGAN KEDEKUT dengan isteri..

perasan tak pasangan yang bahagia selalunya suami tak kedekut dengan isteri.. Perasan tak?? Makan isteri berkira,sampai isteri kena keluarkan duit sendiri.. dalam tak sedar,kita suami dah BERHUTANG dengan isteri..

Kite tengok isteri tak kisah,kita tahu ke dalam hati dia?

Mak Ayah dia lepaskan dia untuk menjadi isteri kamu untuk dijaga macam diorang jaga.. bukan kamu nkerah tenaga dia macam BABU.. bukan untuk kamu kerah kudrat dia siang,malam 24jam tanpa rehat..

Bukan untuk kamu lukakan hati dia sedangkan hati kamu,kamu nak dia jaga.. Kalau dia tahu layanan kamu terhadap anak dia agak2 dia akan bagi tak kahwin?

Kahwin ni bukan untuk SEDAP semata.. tapi banyak TANGGUNGJAWAB yang kena pikul.. Atas dunia boleh kite ngelat,tapi kita kena ingat Allah Azza Wajalla Maha Melihat.. Kita akan dipersoalkan kat akhirat esok2..

Jadilah suami yang bertanggungjawab. Sayangilah isteri. Jagalah perasaan isteri. Isteri lah punca rezeki suami makin bertambah. Semoga kita terus bahagia dan mendapat keberkatan daripada Allah SWT. Aamiin..

Tanpa sedar, kita banyak berhutang dengan anak-anak kita…

Kita selalu berhutang banyak cinta kepada anak-anak. Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita lelah. Kita membentak mereka padahal mereka belum benar-benar faham kesalahan yang mereka lakukan. Kita membuat mereka menang1s kerana kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan.

Tetapi seburuk apa pun kita memperlakukan mereka, segalak apapun kita kepada mereka, semar@h apapun kita pernah membentak mereka, mereka akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya, menghibur kita dengan tawa kecilnya, menggenggam tangan kita dengan tangan kecilnya.

Seolah semuanya baik-baik saja, seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya…

Mereka selalu punya banyak cinta untuk kita, meski seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan secukupnya. Kita selalu berhutang banyak kebahagiaan untuk anak-anak kita. Kita kata kita bekerja keras demi kebahagiaan mereka, tetapi kenyataannya merekalah yang justeru membahagiakan kita dalam lelah di sisa waktu dan tenaga kita.

Kita merasa bahawa kita boleh menghibur kesed1han mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka, tetapi sebenarnya kitalah yang selalu mereka bahagiakan. Merekalah yang selalu berhasil membuang kesed1han kita, melapangkan kepenatan kita, mengh@pus air mata kita.

Kita selalu berhutang banyak waktu tentang anak-anak kita…

Dalam 24 jam, berapa lama waktu yang kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendakap dan bermain dengan mereka? Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah mungil mereka?

Tentang anak-anak, sesungguhnya merekalah yang selalu lebih dewasa dan bijaksana daripada kita. Merekalah yang selalu mengajari dan membimbing kita menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya. Seburuk apapun kita sebagai orangtua, mereka selalu siap bila saja untuk menjadi anak-anak terbaik yang pernah kita punya.

Memang kita selalu berhutang kepada anak-anak kita…

Anak-anak yang setiap hari menjadi korban dari betapa buruknya cara kita mengendalikan emosi. Anak-anak yang menanggung akibat dari nasib buruk yang setiap hari kita buat sendiri. Anak-anak yang barangkali masa depannya terk0rbankan gara-gara kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri.

Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencuba membuat kita bahagia. Maka dakaplah anak-anakmu, tataplah mata mereka dengan kasih sayang dan penyesalan, katakan kepada mereka,

“Maafkan untuk hutang-hutang yang belum terbayarkan. Maafkan jika semua hutang ini telah membuat Allah tak berkenan. Maafkan kerana hanya pemaafan dan kebahagiaan kalianlah yang bisa membuat hidup ayah dan ibu lebih baik dari sebelumnya.”

Sumber foto: baituljannah

Sumber: khairul johari & Ustaz Ahmad Nasir

Apa Pendapat Anda? Dah Baca, Jangan Lupa Komen Dan Share Ya. Terima Kasih! Jom Like Page Kami Juga Di Facebook Majalah Perdana

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending